Jumat, 08 Mei 2020

Keterkaitan antara Menajemen dan Organisasi

 Pengertian manajemen dan administrasi
 manajemen adalah seperangkat prinsip yang berkaitan dengan fungsi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian, dan penerapan prinsip-prinsip ini dalam memanfaatkan sumber daya fisik, keuangan, manusia dan informasi secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.
       Administrasi adalah usaha atau kegiatan yang berkenaan dengan penyelenggaraan kebijaksanaan untuk mencapai tujuan Administrasi dalam arti sempit adalah kegiatan yang meliputi: catat-mencatat, surat-menyurat, pembukuan ringan, ketik-mengetik, agenda, dan sebagainya yang bersifat teknis ketatausahaan.

Perbedaan Utama Antara Manajemen Dan Administrasi
  • Manajemen adalah cara sistematis dalam mengatur orang dan hal-hal di dalam organisasi. Administrasi didefinisikan sebagai suatu tindakan mengelola keseluruhan oganisasi oleh sekelompok orang.
  • Manajemen adalah aktivitas pada tingkat fungsional dan bisnis, sementara administrasi adalah aktivitas pada level tinggi.
  • Manajemen memainkan peran eksekutif di organisasi. Tidak seperti administrasi yang memiliki peran menentukan.
  • Administrasi menentukan semua keputusan penting dari organisasi sementara manajemen membuat keputusan di dalam batas yang ditentukan administrasi.
  • Suatu kumpulan orang yang merupakan karyawan dari organisasi secara kolektif disebut sebagai manajemen. Di sisi lain, administrasi mewakili pemilik dari organisasi. 
 Hubungan administri dan pengelolaan di suatau Lembaga
     Administrasi Lembaga dalam pendidikan adalah pengelolaan badan organisasi yang menyelenggarakan proses kegiatan pendidikan secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan.
    Objek dan sasaran administrasi kelembagaan pendidikan mencakup komponen-komponen Administrasi Pendidikan secara garis besar yaitu :
  •    Administrasi personel sekolah
  • 2. Administrasi kurikulum
  • 3. Administrasi sarana dan prasarana pendidikan
  • 4. Administrasi siswasisw
  • 5. Administrasi keuangan dan Pembiayaan
     Fungsi Administrasi Lembaga Pendidikan secara umum mencakup tujuan dari administrasi pendidikan itu sendiri yaitu : Perencanaan, Pelaksanaan, Pengawasan dan Evaluasi. Tujuan administrasi lembaga adalah produktivitas, kualitas, efektivitas dan efisiensi.
   Jenis-jenis Lembaga Pendidikan adalah lembaga pendidika formal dan lembaga pendidika non formal.

Kegiatan pendukung dan pemanfaatan teknologi informatika dalam Manajemen BK

♦️PERANAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PENDIDIKAN 

  •  Asumsi Dasar Pemanfaatan Teknologi Informasi di Dunia Pendidikan
  •  Pemanfaatan TI Sebagai Wujud Reformasi Pembelajaran

♦️ TEKNOLOGI INFORMASI DAN PERANANNYA DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING

  • Gambaran Umum dan Penyebab Perlunya Pemanfaatan Tekologi Informasi dalam Layanan Bimbingan dan Konseling
  • Tujuan Digunakannya TI dalam Bimbingan dan Konseling
  • Metode Penggunaan TI dalam BK
  • Berbagai Produk TI dalam Layanan Bimbingan dan Konseling
  • Penampilan Profesional Konselor dengan Memanfaatkan TI dalam Layanan BK
  • Manfaat Teknologi Informasi Dalam Layanan Bimbingan Dan Konseling

Kamis, 30 April 2020

Teknik-Teknik Bimbingan Dan Konseling


       Teknik-Teknik Bimbingan Dan Konseling – AsikBelajar.Com.  Secara garis besar teknik-teknik yang dipergunakan dalam bimbingan mengambil dan macam pendekatan, yaitu pendekatan secara kelompok, dan pendekatan secara individual. Pendekatan secara kelompok disebut juga dengan bimbingan kelompok (Group guidance), dan pendekatan secra individual disebut juga penyulilhan individual (Individual counseling).

a) Bimbingan Kelompok

Teknik ini dipergunakan untuk membantu murid atau sekelompok murid memecahkan masalah melalui kegiatan kelompok. Bentuk  khusus teknik bimbingan kelompok adalah; home room program,  karya wisata (Field Trip), diskusi kelompok, kegiatan kelompok dan organisasi  murid.
1)  Home Room Program
Teknik home room program adalah suatu program yang dilakukan diluar jam pelajaran untuk membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan siswa, agar siswa bebas mengutarakan isi hati dan masalah yang  dihadapinya.
2)  Karya Wisata (Field Trip)
Selain bcrfungsi sebagai kegiatan rekreasi, karya wisata juga dapat dijadikan sebagai kegiatan kelompok. Karena siswa dituntut agar dapat menyesuaikan diri dengan kehidupan kelompok. Selain itu dalam teknik ini siswa juga dapat mengamati secara langsung objek-objek yang ada sehingga dapat mengembangkan bakat serta cita-citanya.
3)  Diskusi  Kelompok
Dalam kegiatan ini sebaiknya dibentuk kelompok kecil yang terdiri dari 4 sampai 5 orang agar siswa aktif dan berperan serta dalam mendiskusikan masalah-masalah yang berhubungan dengan masalah belajar.
4)  Kegiatan Kelompok
Kegiatan kelompok ini sangat baik bagi siswa karena individu mendapat kesempatan untuk berpartisipasi dengan sebaik-baiknya. Sebagai makhluk sosial, manusia tidak bisa hidup tanpa orang lain, oleh karena itu dengan adanya kegiatan kelompok banyak pekerjaan tertentu yang berhasil.
5) Organisasi  Murid
Organisasi murid sangat bermanfaat bagi individu, karena melatih siswa   dalam   mengembangkan   sikap   kepemimpinannya  dan menjadikan siswa sebagai individu yang bertanggung jawab terhadap amanat yang dipercayakan kepadanya.

b) Konseling Idividual (Individual counseling).

Konseling merupakan salah satu teknik pemberian yang bersifat langsung (face to face) dengan mengadakan wawancara antara konselor dengan klien. Dan masalah-masalah yang diselesaikan biasanya masalah pribadi.
Pada umumnya dikenal tiga teknik khusus dalam konseling, yaitu:
1) Directive counseling
Yaitu teknik konseling yang bersifat mengarahkan siswa dalam mengambil tindakan atau keputusan yang sesuai dengan masalah yang sedang dihadapinya. Dalam teknik ini konselor lebih banyak mengambil inisiatif, sehingga klien tinggal menerima apa yang dikemukakan koselor. Jadi dalam teknik ini yang lebih banyak berperan adalah konselor.
2) Non directive counseling
Yaitu teknik yang tidak bersifat mengarahkan, karena yang lebih banyak berperan adalah siswa sedangkan konselor hanya mendengarkan cerita dari siswa tersebut sambil mencari jalan keluar masalah yang sedang dihadapinya.
3) Eclectic counseling
Yaitu memilih diantara teknik-teknik konseling yang paling tepat untuk klien. Seorang konselor akan berhasil menjalankan tugasnya tidak hanya berpegang pada satu teknik atau pendekatan saja, akan tetapi bisa digunakan secara bersama-sama guna mencapai hasil yang lebih baik lagi.

Dengan demikian dalam bimbingan dan konseling seorang konselor dapat menggunakan 2 teknik yaitu bimbingan kelompok dan bimbingan individu. Dan dalam penggunaannya seorang konselor tidak hanya berpegang pada salah satu teknik saja akan tetapi dapat menggunakan kedua teknik tersebut secara bersamaan.